Pengaruh Aerodinamika Pada Performa Mobil


Dalam membuat mobil, beberapa insinyur tidak cuma memburu desainnya yang bagus dan juga harus penuhi beberapa faktor aerodinamika. 

Iya terdengar cukup tehnis sekali, tetapi jadi penambahan info masalah dunia otomotif, menarik untuk mengulasnya. Tetapi cuma dikit permukaan saja. 

Masalah pengertian sendiri, aerodinamika yakni pengetahuan yang pelajari masalah saluran udara, yang punya potensi menghalangi pergerakan satu benda terhitung mobil. Jadi penting untuk tahu skema pergerakannya, agar kendaraan dapat meluncur tanpa ada ketahan udara. 

Pengetahuan aerodinamika pada mobil dikenal juga dengan arti Coefficient of Drag (COD), kendala atau tahanan udara saat mobil bergerak. Jadi makin kecil COD makin kecil tahanan udaranya. 

Nah lalu apa pengaruhnya pada kendaraan? 

Kendala udara pada pengetahuan aerodinamika pada otomotif itu, dapat memengaruhi kestabilan kendaraan, dan efisiensi bahan bakar minyak (BBM). 

Diluar itu, aerodinamika dapat juga tingkatkan perform kendaraan jika COD kecil sebab tahanan anginnya kecil pada mobil. 

Setiap mobil sendiri mempunyai besaran koefisien (COD) yang berlainan, contohnya sedan koefisiennya di angka 0,3 sesaat untuk truk serta bis semakin besar. 

Tidak hanya unsur ketahanan udara ada, pada tiga style saluran udara yang dapat dihadapi oleh mobil yang sedang meluncur. 

1. Style lift 

Disebutkan sebagai style angkat ke atas, yang dikuasai oleh dampak kecepatan, bentuk sirip, streamline atau aerodinamika design. 

2. Style down force 

Ini adalah style tekan ke bawah pada mobil, faktornya ialah konstruksi sasis, design mobil, peletakan beban, menambahkan aksesories, bentuk kembangan ban, peletakan titik berat, berat penumpang, serta peletakan spoiler (front spoiler serta rear spoiler) 

3. Style turbulensi 

Ini ialah style yang berlangsung di bagian belakang mobil, berbentuk hembusan angin dari depan yang membuat pergerakan angin. 

4. Style gesek kulit 

Dikarenakan oleh style gesek yang muncul pada permukaan di luar kendaraan melalui saluran udara. 

Paling tidak dengan mengerti ini, pemilik mobil tidak melakukan modifikasi atau asal meningkatkan aksesories pada exterior mobil, yang dapat meningkatkan koefisien kendala anginnya, hingga justru membuat boros, mobil jadi tidak konstan, atau justru kehilangan performnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.